Bedah Kisi-kisi USBN Bahasa Indonesia: Menentukan Konflik dalam Cerita

496

Konflik adalah sesuatu yang dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan, dan menyiratkan adanya aksi serta balasan aksi. Konflik akan terjadi apabila tidak adanya kesepakatan atau pengaturan secara teratur antara sebuah keinginan satu dengan keinginan yang lain.

Dalam dunia sastra, konflik sangat dibutuhkan bahkan penting demi menunjang isi cerita. Dengan adanya konflik, maka pembaca tidak sekedar membaca melainkan mampu merasakan secara mendalam setiap cerita dan mengaitkannya dalam kehidupan dan peristiwa di sekitarnya.

Konflik dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Konflik dalam diri seseorang (tokoh). Konflik ini sering disebut dengan istilah konflik kejiwaan. Konflik jenis ini biasanya berupa perjuangan seseorang tokoh dalam melawan dirinya sendiri untuk menentukan apa yang akan dilakukannya.
  2. Konflik antara orang-orang atau seseorang dan masyarakat. Konflik ini sering disebut dengan istilah konflik sosial. Konflik seperti ini biasanya terjadi anatara tokoh dan lingkungan sekitarnya.
  3. Konflik antara manusia dan alam. Konflik ini sering disebut dengan istilah konflik alamiah. Apabila hubungan manusia dengan alamnya tidak serasi maka akan terjadi sesuatu yang dapat membahayakan menyebabkan konflik itu terjadi.

Ketiga konflik tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok jenis konflik, yaitu konflik eksternal dan konflik internal.

Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara seseorang tokoh dengan sesuatu di luar dirinya. Sedangkan konflik internal adalah konflik yang terjadi dalam hati atau jiwa seorang tokoh dalam cerita.

Contoh Soal

Bacalah kutipan teks cerita berikut!

Orang tua Ani ingin agar anaknya pindah ke Mataram untuk melanjutkan sekolah di sana. Memang orang tuanya tinggal di Mataram, sedangkan Ani tinggal di Surabaya bersama neneknya.

Ibu terdiam sejenak, lalu berkata lagi, “Oh Kartini, berpisah dengan teman sekolah itu biasa. Tidak selamanya kalian dalam satu sekolah. Lama-kelamaan kau pasti akan melupakan Ani.”

“Ah, tidak bisa, Bu. Ibu tahu kan selama ini aku dan Ani sudah seperti saudara sendiri.” Kata Kartini terbata-bata.

Konflik dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
A. Kartini sangat kesal karena ibu mengizinkan Ani pindah ke Mataram.
B. Kartini ingin ikut pindah ke Mataram jika Ani melanjutkan SMP di sana.
C. Ani berencana melanjutkan SMP di Mataram.
D. Kartini menyadari bahwa kepindahan teman sekolah itu biasa.

Jawabannya: D
Konflik dalam diri tokoh Kartini dibuktikan dengan perasaan ‘menyadari’. Penyebab konfliknya adalah rencana Ani yang melanjutkan SMP di Mataram dan tinggal bersama orang tuanya.

Jadi, trik menentukan konflik cerita adalah menentukan penyebab konflik terlebih dahulu.
Mudah bukan???

Komentar

Komentar