Point Penting Terkait Naskah Soal USBN Tahun Pelajaran 2017/2018

580

Seperti apa naskah soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2017/2018? Berikut ulasan singkat yang dipetik dari draft POS USBN 2018.

  1. Soal USBN disusun mengacu pada kisi-kisi USBN.
  2. Bentuk soal USBN terdiri atas Pilihan Ganda (PG) dan uraian.
  3. Sebanyak 20%-25% butir soal USBN disiapkan oleh Kementerian, kecuali untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan disiapkan oleh Kementerian Agama.
  4. Sebanyak 75%-80% butir soal disiapkan oleh guru-guru yang dikonsolidasikan Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.
  5. Khusus soal mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan penyusunan 75%-80% butir soal dan perakitannya (100%), dilakukan oleh MGMP atau para guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan yang relevan di bawah koordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.
  6. Seluruh soal USBN pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB disusun oleh guru dari satuan pendidikan masing-masing dengan mengacu kepada kisi-kisi yang ditetapkan BSNP.
  7. Naskah soal USBN dirakit oleh guru-guru di MGMP/KKG atau di satuan pendidikan, minimal 2 (dua) paket terdiri atas 1 (satu) paket utama dan 1 (satu) paket susulan yang ditentukan untuk masing-masing mata pelajaran.
  8. Penggandaan naskah soal USBN beserta kelengkapannya untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan yang sederajat dilakukan oleh sekolah masing-masing.
  9. Penggandaan naskah soal USBN beserta kelengkapannya untuk jenjang SD dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, kecuali SDLB oleh masing-masing satuan pendidikan.
  10. Master soal digandakan dengan menggunakan sumber dana dari APBD atau Biaya Operasional Sekolah (BOS) atau sumber lainnya.

Mekanisme Penyusunan Soal USBN

Penyusunan soal anchor USBN dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut. 

  1. BSNP menetapkan kisi-kisi USBN yang mencakup lingkup materi dan tingkat kognitif.
  2. Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) mengoordinir penyusunan soal anchor USBN sebanyak 20%-25% untuk mata pelajaran tertentu yang disiapkan dalam sejumlah 2 paket soal.
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan 20%-25% soal anchor USBN kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.
  4. Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya, menyerahkan soal anchor kepada MGMP/KKG.
  5. Kementerian Agama menyerahkan 20%-25% soal anchor mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta pendidikan keagamaan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya untuk selanjutnya dirakit oleh MGMP/KKG menjadi master soal USBN sesuai dengan ketentuan penyusunan soal

Penyusunan soal USBN oleh guru-guru di satuan pendidikan dilakukan dengan mekanisme dan ketentuan sebagai berikut.

  1. Menyusun soal USBN sebanyak 75%-80% berdasarkan indikator soal dari MGMP/KKG berikut kelengkapannya berupa format lembar jawaban, pedoman penskoran untuk soal uraian, dan kunci jawaban untuk pilihan ganda.
  2. Merakit soal USBN lengkap yang terdiri dari 20%-25% soal anchor dan 75%-80% soal yang disusun oleh guru dan telah ditelaah oleh MGMP/KKG berikut kelengkapannya berupa format lembar jawaban, pedoman penskoran untuk soal uraian, dan kunci jawaban untuk pilihan ganda.
  3. Menyusun soal USBN minimal 2 (dua) paket soal terdiri atas 1 (satu) paket soal utama dan 1 (satu) paket soal susulan.
  4. Mekanisme Penyusunan Soal USBN untuk SILN diatur sebagai berikut.
  5. SILN, menggunakan naskah soal USBN berikut kelengkapannya disusun oleh SILN yang berasal dari MGMP/KKG DKI Jakarta.
  6. Pendistribusian naskah soal USBN untuk SILN dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  7. SILN menggandakan naskah soal USBN sesuai dengan kebutuhan.

 

Mata Pelajaran, Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu

  1. Mata pelajaran yang diujikan dalam USBN meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam.
  2. Bentuk, jumlah butir soal, dan alokasi waktu untuk masing-masing mata pelajaran yang diujikan diatur sebagai berikut.

Komentar

Komentar