Bagaimana Menyusun Soal Uraian yang Baik dan Benar pada USBN?

560

Adanya soal Uraian pada USBN Tahun Pelajaran 2017/2018 menjadi nuansa baru pada ujian tahun ini. Mengingat sudah lamanya soal uraian tidak menjadi bagian dalam soal Ujian, maka perlu kami sampaikan beberapa penjelasan penting terkait penyusunan soal uraian pada USBN yang dikutip dari Puspndik Balitbang berikut ini.

Soal bentuk uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut peserta didik untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Berdasarkan cara penskorannya, soal bentuk uraian diklasifikasikan atas uraian objektif dan uraian non-objektif.

  • Soal bentuk uraian objektif adalah rumusan soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, dan dapat diidentifikasi katakata kunci jawabannya, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif.
  • Soal bentuk uraian non-objektif adalah rumusan soal yang menuntut sehimpunan jawaban berupa pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik, sehingga penskorannya sukar dilakukan secara objektif (penskorannya dapat mengandung unsur subjektivitas) tidak dapat diidentifikasi kata-kata kunci jawabannya.

Kaidah-Kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian
Pada dasarnya setiap penulis soal bentuk uraian harus selalu berpedoman pada langkah-langkah atau kaidah-kaidah penulisan soal secara umum, misalnya mengacu pada kisi-kisi tes yang telah dibuat dan tujuan soalnya.

Dalam menulis soal bentuk uraian, seorang penulis soal harus mempunyai gambaran tentang ruang lingkup materi yang ditanyakan dan lingkup jawaban yang diharapkan, kedalaman dan panjang jawaban, atau rincian jawaban yang mungkin diberikan oleh peserta didik. Dengan kata lain, ruang lingkup ini menunjukkan kriteria luas atau sempitnya masalah yang ditanyakan. Di samping itu, ruang lingkup tersebut harus tegas dan jelas tergambar dalam rumusan soalnya. Dengan adanya batasan sebagai ruang lingkup soal, kemungkinan terjadinya ketidakjelasan atau terjadinya multi tafsir soal dapat dihindari.Ruang lingkup tersebut juga akan membantu mempermudah pembuatan kriteria atau pedoman penskoran.

Secara rinci, beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut.

Materi

  1. Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
  2. Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.
  3. Isi materi sesuai dengan petunjuk pengukuran.
  4. Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat kelas.

Konstruksi

  1. Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata-kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti: mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah. Jangan menggunakan kata tanya yang tidak menuntut jawaban uraian, misalnya: siapa, di mana, kapan. Demikian juga kata-kata tanya yang hanya menuntut jawaban ya atau tidak.
  2. Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
  3. Buatlah pedoman penskoran segera setelah soalnya ditulis dengan cara menguraikan komponen yang akan dinilai atau kriteria penskorannya, besarnya skor bagi setiap komponen, atau rentangan skor yang dapat diperoleh untuk setiap kriteria dalam soal yang bersangkutan.
  4. Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya harus disajikan dengan jelas dan terbaca, sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda dan juga harus bermakna.

Bahasa

  1. Rumusan butir soal menggunakan bahasa (kalimat dan katakata) yang sederhana dan komunikatif, sehingga mudah dipahami oleh peserta didik.
  2. Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik atau kelompok tertentu.
  3. Rumusan soal tidak menggunakan kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.
  4. Butir soal menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dan tidak berlaku setempat

Penyusunan Pedoman Penskoran
Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentang:

  • batasan atau kata-kata kunci atau konsep untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian objektif,
  • kemungkinan-kemungkinan jawaban yang diharapkan,
  • kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal uraian non-objektif,
  • pedoman pemberian skor untuk setiap butir soal uraian harus disusun segera setelah perumusan kalimat butir soal tersebut.

Contoh Soal:

Bagi yang berminat mendapatkan soal-soal latihan USBN Tahun Pelajaran 2017/2018 sesuai kisi-kisi terbaru, silakan klik link berikut:

FILE SOAL SIMULASI USBN SD/MI SESUAI KISI-KISI 2018 (FILE MICROSOFT WORD)

Komentar

Komentar